Info APPARINDO Gathering 2015

Kepada Yth.

Para Anggota APARI

- Pemegang Gelar Certified Indonesian Insurance & Reinsurance Brokers(CIIB)

- Pemegang Gelar Ahli Pialang Asuransi & Reasuransi Indonesia (APAI) Ditempat

Dengan hormat,

Bersama ini kami sampaikan informasi berkaitan dengan Kegiatan APPARINDO yaitu Gathering 2015 yang disampaikan oleh Dewan Pengurus APPARINDO. Adapun Kegiatan Gathering akan dilaksanakan pada :

Hari/Tanggal : Sabtu, 19 September 2015

Waktu       : 08.00 s/d selesai

Tempat       : Telaga Cikeas

               Jl. Desa Cijulang, Cikeas - Bogor

Biaya       : Rp.500.000,-/Peserta (Transportasi Bus, Konsumsi & T-Shirt)

Sebagai tambahan informasi bagi Perusahaan Anggota yang mengirimkan 10 orang peserta, maka peserta ke 11 tidak dikenakan biaya.

Mohon dapat diterima dengan baik dan untuk pendaftaran dapat menghubungi Sekretariat APPARINDO Telp.: (021) 57942553, Fax: (021) 57942554, Email: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Info berkaitan dengan kegiatan ini dapat di - unduh dengan mengklik link ini.

Demikian kami sampaikan, dan atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.

Salam - Sekretariat APARI

  • Published in Berita

Pialang Asuransi Pertanyakan Dasar Penetapan Tarif Komisi OJK

Sumber : http://finansial.bisnis.com/read/20150709/215/451984/pialang-asuransi-pertanyakan-dasar-penetapan-tarif-komisi-ojk

Bisnis.com, JAKARTA - Pialang asuransi menyayangkan tidak diakomodasinya usulan pelaku industri perantara dalam revisi besaran tarif dalam Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan No 21/SEOJK.05/2015 yang mengatur Penetapan Tarif Premi Lini Usaha Asuransi Harta Benda dan Asuransi Kendaraan Bermotor 2015.

Nanan Ginanjar, ketua Asosiasi Perusahaan Pialang Asuransi dan Reasuransi Indonesia, menuturkan otoritas yang tidak mengubah besaran komisi membuat pelaku tidak bisa banyak bergerak. Padahal para pialang tidak memiliki sumber pemasukan lainnya.

"Pendapan pialang murni dari komisi," kata Nanang di Jakarta yang dikutip Kamis (8/7/2015).

Dia menuturkan penetapan tarif oleh otoritas dirasakan sepihak. Akibatnya membuat pelaku industri tidak bisa bergerak. Sebelum tarif diberlakukan, pialang memperoleh komisi 20%-25%, namun semenjak otoritas menetapkan tarif pialang hanya maksimal memperoleh 15%.

Menurut Nanan, bagi pialang bukan besarnya tarif komisi yang dipermasalahkan karena kebutuhan patokan komisi membuat industri lebih sehat. Akan tetapi, pihaknya mempertanyakan dasar penetapan yang digunakan oleh OJK dan dirasakan sepihak.

"Kami kehilangan pendapatan rata-rata 25%," katanya.

Nanan menjelaskan meskipun ada kenaikan premi, tidak lantas meningkatkan pendapatan perusahaan pialang, sebab kebanyakan nasabah tidak menaikkan preminya, tapi malah menurunkan proteksi.

Kebanyakan nasabah malah menurunkan coverage-nya, agar tetap bisa membayar premi yang sama dengan tahun sebelumnya, katanya.
Hal tersebut memberi dampak buruk bagi perusahaan pialang asuransi, tapi juga pada nasabah. Banyak nasabahnya menjadi underinsurance.

Dia mengatakan beberapa nasabahnya memilih untuk tidak lagi membeli asuransi dan melakukan self insurance, yakni mengelola risikonya sendiri.

  • Published in Berita

Pialang Asuransi Keluhkan Undang-undang Perasuransian

Sumber : http://bisnis.news.viva.co.id/news/read/647863-pialang-asuransi-keluhkan-undang-undang-perasuransian

VIVA.co.id - Undang-undang Perasuransian Nomor 40 tahun 2014 dinilai merugikan pialang asuransi. Profesi pialang asuransi seharusnya layak memiliki tempat yang setara dengan perusahaan perasuransian lainnya dan jangan disetarakan dengan agen asuransi.

Praktisi keuangan dan asuransi, Freddy Pieloor, mengatakan revisi UU ini hendaknya mempertimbangkan peran pialang asuransi. Karena, ada beberapa ketentuan dinilai kurang adil bagi profesi ini, padahal memiliki peran strategis dalam mengedukasi.
"Pialang Asuransi memiliki tempat yang setara dengan perusahaan perasuransian lainnya, karena memiliki kewajiban yang sama di hadapan negara dan Pemerintah serta regulator," ujar Freddy di kantor Jasindo, Jakarta, Selasa 7 Juli 2015.
Freddy memaparkan peran pialang dan agen asuransi jauh berbeda. Pialang memiliki regulasi kewajiban, sedangkan agen tidak. Ia juga mencontohkan, bahwa jika dibandingkan dengan agen, pialang memiliki peran yang jauh lebih  signifikan.
"Pialang, berpihak kepada konsumen, memberikan edukasi dan penjelasan, melakukan survei resiko dan manajemen resiko, seleksi resiko, sementara agen tidak ada," kata dia.
Fungsi pialang, kepada konsumen lanjutnya, adalah melakukan perlindungan sejak awal, hingga proses penyelesaian klaim. Serta juga memberikan manfaat kepada perusahaan asuransi dan pemerintah.
"Selayaknya direvisi ketentuannya pada aturan pelaksanaan dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK)," lanjut dia. (ren)

  • Published in Berita
Subscribe to this RSS feed