Pertanyaan & Jawaban (Q&A)

BADAN SERTIFIKASI DAN AKREDITASI KUALIFIKASI PROFESI (BSAKP)

Apa peran dan fungsi BSAKP sesuai AD/ART Apari ?

Jawab :
Berdasarkan AD/ART BSAKP berfungsi dan bertugas untuk merumuskan, memelihara dan membina pelaksanaan profesionalitas anggota melalui penyelenggaraan program-program antara lain :
Program sertifikasi Kualifikasi Profesi
•    Program Akreditasi Kualifikasi Profesi
•    Program Pengembangan Profesi Berkelanjutan (P2B)
•     Program-program lain yang bertujuan untuk Memelihara dan Membina pelaksanaan professionalitas anggota.

Apa saja kegiatan yang dilakukan BSAKP sehubungan dengan fungsi Sertifikasi Kualifikasi Profesi?

Jawab :
•    Membuat Soal, Pelaksanaan ujian, penilaian hasil ujian peserta pendidikan yang telah dinyatakan berhak mengikuti ujian oleh BP3
•    Melakukan sertifikasi gelar profesi Ahli Pialang Asuransi dan Reasuransi Indonesia (APAI) menjadi Certified Indonesian Insurance Brokers (CIIB)

Bagaimana tata cara Akreditas Kualifikasi Profesi dalam hal Equivalensi Gelar Profesi ?

Jawab :
Pemegang gelar perasuransian non APARI dapat mengajukan penyetaraan gelar dengan syarat sebagai berikut :
a)    Mengajukan Surat Permohonan Penyetaraan Gelar yang ditujukan kepada Ketua APARI dengan meringkaskan perincian Gelar-gelar yang dimilikinya serta melampirkan Daftar Riwayat Hidup lengkap.
b)    Surat Permohonan Penyetaraan Gelar tersebut akan dijawab oleh BSAKP APARI dengan persyaratan administratif dan teknis (antara lain biaya penyetaraan, pas photo, bukti kompetensi serta akan diminta membuat karya tulis dengan tema yang bermanfaat untuk perkembangan industri Pialang Asuransi/Reasuransi di Indonesia (syarat dan ketentuan berlaku).
c)    Karya Tulis yang dinyatakan telah memenuhi syarat wajib dipresentasikan dalam siding penyetaraan di depan tim penguji yang dibentuk oleh BSAKP.

Dapatkah seorang peserta ujian APARI yang tidak lulus mengajukan ujian ulang ? Bagaimana syarat-syaratnya ?

Jawab :
Seorang peserta ujian yang tidak lulus dapat mengajukan uji ulang yang akan dilaksanakan bersamaan dengan ujian pada periode pendidikan selanjutnya dengan syarat membayar biaya ujian dan copy materi pendidikan terakhir (Rp. 500.000,-) serta belajar secara mandiri untuk persiapan ujian ulang dimaksud.

Apakah hasil penilaian ujian APARI bersifat final ?

Jawab :
Hasil Ujian APARI bersifat final & tidak dapat diganggu gugat karena : setiap jawaban peserta telah diperiksa oleh 4 pemeriksa yang berbeda yang hasil pemeriksaan dari 4 pemeriksa tersebut difinalkan dalam rapat pleno. Pemeriksa tidak mengetahui nama-nama peserta karena dalam lembar jawaban hanya tertera nomor ujian tanpa nama.

Apa pertimbangan BSAKP dalam pembuatan soal-soal ujian mengingat penyelenggaraan pendidikan tidak dilakukan oleh BSAKP ?

Jawab :
Dalam pembuatan soal BSAKP mempertimbangkan usulan soal dan kunci jawaban dari para pengajar, bank soal yang sudah ada serta pertimbangan lain terkait objective pendidikan sesuai tingkatannya.

Apa itu P2B ?

Jawab :
P2B adalah suatu program peningkatan kualitas pemegang gelar profesi dan monitoring dimana pada pemegang gelar profesi APAI dan CIIB harus memenuhi jumlah Satuan Kredit Profesi (SKP) dalam satu tahun untuk dapat mempertahankan gelar profesi yang disandangnya.

Bagaimana tata cara pelaksanaan Program Pembelajaran Berkelanjutan (P2B) ?

Jawab :
Sebelum sistim pelaporan online berjalan baik dan dinyatakan berlaku, maka P2B dilaksanakan dengan cara manual yaitu pemegang gelar wajib melaporkan  kegiatannya selama tahun berjalan kepada BSAKP (melalui sekretariat APARI) pada paling lambat 15 Januari tahun berikutnya sesuai dengan format dan ketentuan yang dikirim lebih dahulu oleh sekretariat. Kecuali untuk absen sidik jari sekretariat telah mempunyai catatannya

Kapan P2B Sistem pelaporan secara online diberlakukan dan bagaimana mekanismenya ?

Jawab :
P2B dalam hal sistem pelaporan secara Online, saat ini sudah bisa dilakukan oleh masing-masing anggota dengan Program Sistem Informasi yang telah disediakan oleh APARI, yang bernama APARI POINT pada website APARI pada halaman “Area Anggota”.
Untuk mengakses program ini, masing-masing anggota secara mandiri bisa menyampaikan laporan dan melakukan perubahan data keanggotaan APARI dengan “User Login” dan “Password” yang akan diberikan oleh Sekretariat.

Mekanismenya adalah,
1.    setiap anggota login ke Database keanggotaannya pada APARI Point
2.    Pada Area keanggotaan yang telah disediakan, silahkan membuat laporan “New Event” dan mengisi formulir online yang disediakan beserta dengan meng-upload Dokumen yang diperlukan sebagai bukti kegiatan yang telah dilakukan/diikuti.
3.    Dari Data yang di input oleh Anggota, akan secara terpadu masuk kedalam Laporan Pendaftaran kegiatan baru pada Area Database BSAKP,
4.    BSAKP akan melakukan validasi atas laporan kegiatan yang disampaikan, dan memberikan persetujuan dan mengisi Point yang diberikan untuk perhitungan SKP pada tahun berjalan.
5.    Setelah dilakukan persetujuan, Anggota akan menerima email notifikasi sesuai dengan alamat email yang tercantum didalam database anggota

Dalam rangka P2B, apa saja kegiatan2 yang bisa mendapatkan SKP (Satuan Kredit Poin)

Jawab :
Anggota dalam melengkapi syarat P2B, selain memenuhi kewaiban pembayaran iuran anggota tahunan, serta mengikuti seminar dan lokakarya dan inhouse training, Formal Gathering yang diselenggarakan oleh APARI atau APPARINDO, bisa mengajukan permintaan pemberian Point kepada tim BSAKP untuk :
Seminar, Lokakarya, Pelatihan yang diselenggarakan oleh pihak lain, dengan jenis materi dibidang Perasuransian, atau non Perasuransian terkait dengan bisnis.
•    Mengajar Materi terkait Asuransi per Subject
•    Menjadi pembicara atau moderator dalam negeri
•    Menjadi pembicara atau moderator luar negeri
•    Menulis Artikel/jurnal/Buku, pada sebuah penerbitan, Media Cetak Koran/Majalah dan sejenisnya, dan untuk Buku terdaftar di ISBN.
•     Mengikuti Konferensi Perasuransian skala international dalam negeri dan luar negeri
•    Aktif sebagai pengurus Organisasi Perasuransian
•    Aktif dalam Team Task Force
•    Kegiatan lainnya terkait dengan perasuransian.

Apa saja kegiatan yang memperoleh Satuan Kredit Profesi (SKP)

Jawab :
Kegiatan yang memperoleh SKP adalah kegiatan yang tertulis dalam Tabel SKP dan segala kegiatan yang tidak termasuk dalam Tabel SKP namun kegiatan dimaksud terkait dengan Profesi Perasuransian dan diyakini dapat mempertinggi kompetensi dan atau integritas peserta kegiatan. Keikutsertaan dalam kegiatan ini harus dibuktikan dengan copy sertifikat.

Jumlah SKP minimum yang harus dicapai dalam setahun oleh anggota berapa ?

Jawab :
Untuk Sertifikat APAI = 80 SKP
Untuk Sertifikat CIIB = 120 SKP

Apa dampak apabila seorang anggota gagal mencapai angka minimum SKP tadi ?

Jawab :
Status dan Sertifikasi Keanggotaan sebagai Ahli Pialang akan di tunda/Suspend.

Bagaimana bila seseorang tidak memenuhi SKP pada tahun 2014 ?

Jawab :
BSAKP akan menghitung SKP setiap pemegang gelar dan menginformasikan kepada ybs paling lambat 31 Januari tahun berikutnya (dalam kasus ini 31 Januari 2015). Pemberitahuan ini termasuk juga bagi yang telah mememenuhi syarat SKP untuk disampaikan kepada OJK sebagai Daftar Tenaga Ahli yang memenuhi syarat SKP 2014. Khusus bagi pemegang gelar yang tidak mencapai batas minimum SKP tahun 2014 maka ybs tidak dianggap sebagai tenaga ahli yang memenuhi syarat SKP untuk tahun 2015 (suspend) dan ybs wajib memenuhi SKP 2015 agar pada tahun 2016  dapat kembali menjadi tenaga ahli yang memenuhi syarat SKP. 

Apa dampak bagi anggota seandainya hal ini terabaikan ? dan apa kaitannya fungsi P2B ini terhadap kepentingan regulator, misalnya OJK?

Jawab :
Kewajiban seluruh anggota adalah tidak mengabaikan tanggung jawabnya selaku pemegang gelar APAI dan CIIB, senantiasa menjaga keahlian dan kualifikasinya dalam melakukan pekerjaanya, terutama bagi para anggota yang ditetapkan oleh perusahaan tempat bekerjanya sebagai Tenaga Ahli. P2B merupakan kemudahan proses bagi para anggota untuk memenuhi kewajibannya.

Sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku, kewajiban setiap perusahaan pialang Asuransi dan reasuransi Indonesia dalam mendapatkan perizinan dari Departemen Keuangan, adalah memiliki Tenaga Ahli yang tersertifikasi berlaku mutlak bagi penyangdan gelar APAI dan CIIB.

OJK dalam memeriksa dan mengawasi praktik kerja dalam usaha perasuransian pastinya memerlukan data dan laporan, atas tenaga-tenaga ahli mana saja yang benar-benar memiliki sertifikasi yang berlaku dan tidak terkena sanksi atau “suspend”. Untuk mengetahui ini OJK akan berkordinasi dengan APARI yang awalnya dilakukan pelaporan secara Manual, dan saat ini semua Status Keanggotaan bisa diakses langsung secara online dan kapan saja oleh OJK melalui Website APARI.

Oleh karenanya, seluruh anggota APARI,dihimbau untuk melakukan kordinasikan keanggotaanya sesegera mungkin kepada APARI untuk menjaga validitas sertifikasi keahliannya dalam menjalankan pekerjaan dan profesinya dalam industri asuransi, untuk menghindari dampak yang ditimbulkan dari tidak berlakukan sertifikasi gelar yang dimiliki yang berkaitan dengan kredibilitas dan integritas anggota.

Kegiatan apalagi yang menjadi area fungsi BSAKP ?

Jawab :
1.    Bekerjasama dengan departemen lain dalam menyelenggarakan Seminar dan loka karya yang bermanfaat bagi anggota.
2.    Kordinasi dengan DPP APARI untuk pembentukan LSP-PI (Lembaga Sertifikasi Profesi Perasuransian Indonesia) yang merupakan bagian dari BNSLP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi)
3.    Bekerja sama dengan BP3 untuk merevisi, penyempurnaan dan pengembangan silabus pendidikan

BADAN PENDIDIKAN DAN PENGEMBANGAN PROFESI (BP3)

Apa peran dan fungsi BP3 Apari ?

Jawab :
Untuk mempersiapkan Tenaga Ahli Pialang Asuransi dan Reasuransi Indonesia serta meningkatkan kemajuan anggota serta bekerjasama dengan Departemen lain (terutama BSAKP)

Kegiatan apa saja yang dilakukan oleh BP3 ?

Jawab :
1.    Bersama dengan BSAKP, malakukan review dan Penyempuranaan Silabus pendidikan.
2.    Melaksanakan Program Pendidikan AAPAI, APAI dan CIIB.
3.    Mempersiapkan sarana pelaksanaan ujian Program Pendidikan AAPAI, APAI, CIIB
4.    Bekerja sama secara teknis dan administrasi dengan seluruh departemen.

DEPARTEMEN KEANGGOTAAN

Apa peran dan fungsi Departemen Keanggotaan Apari ?

Jawab :
Untuk mengurus semua urusan yang menyangkut kepentingan para Anggota APARI khususnya yang menyangkut DataBase anggota APARI serta penerbitan Kartu Anggota APARI.

Apa saja program kerja/kegiatan yang dilakukan oleh Departemen Keanggotaan ?
   
Jawab :
1.    Melakukan update data anggota APARI, baik secara Manual ataupun Online dengan bekerjasama dengan Departemen Sistem Informasi Manajemen
2.    Membantu bendahara melakukan penagihan iuran anggota APARI
3.    Melakukan prosese pencetakan kartu anggota
4.    Membantu BSAKP dalam pelaksanaan program P2B
5.    Membantu Departemen Organisasi dan Sosial dalam program inhouse training dan seminar
6.    Mempersiapkan Sistem Absensi Finger Print pada setiap event yang dilakukan APARI
7.    Membantu Departemen Humas pada setiap event dan kebutuhan oleh Dept Humas
8.    Membantu Departemen Sistem Informasi Manajemen dalam hal penyajian data kepada publik dan regulator

DEPARTEMEN HUBUNGAN MASYARAKAT

Apa peran dan fungsi Departemen Humas APARI ?

Jawab :
•    Meningkatkan publisitas dan pengetahuan tentang eksistensi APARI
•    Membantu menjalin komunikasi dan hubungan strategis dengan beberapa institusi dan organisasi yang terkait (secara langsung maupun tidak langsung) dengan industri perasuransian.
•    Bertindak sebagai “Jembatan Komunikasi” antara institusi dan organisasi yang memiliki hubungan bisnis dengan industri perasuransian, seperti :
o    Asosiasi dalam negeri (AMAI, AAUI, dll)
o    Asosiasi Luar Negeri (NIBA, SIBA, dll)
o    Departemen di tingkat Pemerintahan
o    Lembaga Pendidikan (STIMRA, AKASTRI dll)
o    Lembaga Keuangan (Bank, Multi finance dll)
o    Korporasi
o    Memberi informasi kepada para anggota APARI dan Publik tentang pelayanan APARI, Program, acara dan pembaruan tentang kemajuan dan isu-isu penting dalam industri perasuransian.
o    Meningkatkan peluan dan kemungkinan untuk memperoleh bantuan dana sponsor dan donasi untuk acara-acara yang diselenggarakan oleh APARI.

DEPT. SISTEM INFORMASI MANAJEMEN

Apa peran dan fungsi Departemen SIM APARI ?

Jawab :
Melakukan penciptaan, Menguji Coba, Memelihara, Meng-update Informasi, Memastikan seluruh jaringan data dan Informasi Manajemen APARI berjalan dengan baik,  serta sebagai “Communication Channel” untuk menyampaikan Agenda dan program serta acara-acara, lokakarya dan seminar kepada anggota berbasis Website, Social Bookmarks dan kemudahan Aplikasi pada Smartphones, juga meningkatkan domain APARI untuk lebih dikenal dalam Jaringan Internet.

Apa saja Rincian Kegiatan yang dilakukan oleh Departemen SIM ?

Jawab:
1.    Melakukan Refresh Website APARI, APARI Point Sebagai Sistem Database Keanggotaan, Menciptakan Jalur Sistem Informasi dan proses kerja Pengurus secara Online dan Mandiri, Mengatur Lalulintas informasi korespondensi Email.
2.    Melakukan pemeriksaan dan review Update serta Backup Website dan sarana yang terkait dengannya
3.    Melakukan Restrukturisasi Data Manajemen APARI untuk lebih mudah digunakan secara Mandiri melalui Backup Server Online
4.    Memastikan Integrasi data Manual dan Online berjalan sempurna
5.    Memastikan seluruh anggota bisa menggunakan Web System Database APARI Point untuk kemudahaan anggota dalam mengakses data yang dimilikinya secara mandiri.
6.    Memastikan penyajian data kepada pihak regulator secara online bisa digunakan dan sesuai dengan data yang diperlukan pihak Regulator.
7.    Mengembangkan Seluruh sarana dan prasarana berbasis IT dan Online bisa di utilisasi oleh Pengurus dan seluruh anggota APARI, serta Regulator.
8.    Membantu seluruh Badan dan Departemen di APARI sesuai dengan kebutuhan masing-masing yang terkait dengan basis IT dan Media Komunikasi Online
9.    Menjaga seluruh data kerahasiaan Organisasi, dan memilah bagian yang perlu sesuai dengan kebutuhan dan akses pada pihak yang membutuhkan iniformasi

SEKRETARIAT APARI

Apa peran dan fungsi Sekretariat APARI ?

Jawab :
•    Membantu ketua Umum dalam rangka menjalankan roda kegiatan organisasi
•    Melaksanakan Tugas-tugas administrasi Organisasi APARI
•    Menjaga dan memelihara aset organisasi APARI
•    Menjadi Terminal Point Jalur Komunikasi seluruh Anggota dan pengurus APARI serta menindaklanjutkan seluruh inquiry kepada departemen terkait.